31


Jonas mampir ke tempat makam anaknya bersama dengan Chloe, sejak semalam Jonas kembali memikirkan hubungan mereka.

Setelah menemukan fakta baru dari kasus Aileen, kehamilan Aileen menjadi sebuah pengingat kembali akan sebuah peristiwa.

Jonas harus terpaksa menelan pil pahit kesedihan kehilangan sosok anak, bersama dengan orang yang ia cintai.

Sebelum hubungan mereka benar-benar berakhir, Chloe pernah hamil anaknya Jonas. Chloe menyimpan rahasia kehamilannya secara rapat-rapat, ia berpikiran bahwa. Jika waktu telah tiba, Chloe akan memberitahu kabar kehamilannya kepada Jonas.

Usia kehamilan Chloe pada waktu itu sekitar 4 minggu, selalu menghabiskan waktu bersama. Membuat Jonas dan Chloe, sering melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri.

Sepulang dari tempat kerja pun, Chloe akan kembali ke kediaman Jonas. Mereka berdua memutuskan untuk tinggal bersama, agar bisa memudahkan pekerjaan mereka. Dan juga menciptakan hubungan keintiman diantara mereka berdua.

Chloe lupa jika kondisi seseorang ketika hamil berbeda dengan kondisi sebelum hamil, Chloe pikir kehamilan yang ia rasakan itu akan biasa saja.

Sebab saat ia mengetahui kehadiran sang janin, dia nampak tak terlihat seperti orang hamil, hal itulah yang menjadi pemicu. sehingga Jonas tak bisa mengetahui keadaan yang sebenarnya sedang terjadi.

Semua bisa terungkap, dimana pada saat itu Chloe mendadak jatuh pingsan, akibat kelelahan bekerja.

Chloe wanita yang mandiri, dan sangat super aktif, menjadi seorang detektif menuntutnya untuk banyak bergerak. Kasus demi kasus harus dia tangani bersama dengan timnya, sebab itulah. Chloe harus merasakan kehilangan buah cintanya bersama dengan Jonas.

Jonas pria yang sangat baik hati, dia bahkan tak menyalahkan Chloe saat mengetahui anak mereka telah tiada. Yang Jonas pikirkan hanyalah keadaan Chloe, bagaimana cintanya itu segera bisa pulih dari rasa sakit fisik maupun psikologis.

Chloe diberikan tindakan berupa kuretase, dimana janin yang masih tersisa di dalam rahim, harus segera dikeluarkan, melalui operasi ringan. Sisa janin yang keluar pun dokter kasih kepada Jonas. Jonaslah yang pergi untuk menguburkan sang anak yang telah tiada.


Yohan telah kembali dari misi pengintaiannya, sesuai dengan perintah dari Jonas. Dia juga harus mengikuti rapat tim yang akan mereka lakukan.

Teo dan Yohan bersama tim mereka menunggu kedatangan Jonas di ruangannya, tak butuh waktu yang lama. Jonas kini hadir dengan membawa beberapa macam makanan yang ada di tangannya, sushi, pizza, dan beberapa minuman dingin serta kopi. Turut hadir, di dalam acara pertemuan mereka.

“Wih, akhirnya datang juga.” ucap Teo dengan mata berbinarnya kala melihat makanan yang dibawa Jonas untuk mereka semua.

“Ini pesanan lo semua.” balas Jonas sambil meletakan semua makanan dan minuman diatas meja ruangannya.

Semua orang sangat bersemangat untuk mengambil makanan dan minuman yang ada di meja, Jonas akan memberi keringanan kepada para bawahannya, disaat kasus-kasus tertentu.

Jonas membiarkan mereka semua untuk makan, tapi saat sedang membahas kasus yang ringan saja. Jonas tak ingin semua bawahannya menjadi sakit, dan tidak bisa untuk bekerja.

Seperti sekarang, dia membiarkan mereka makan sambil membahas kasus yang sedang mereka semua tangani saat ini.

Laptop yang berisi pembahasan sedari tadi sudah tersedia di atas meja, layar laptop menampilkan isi pembahasan di depan mereka semua.

Walau sedang makan, mereka semua terlihat sangat serius saat bekerja. Teo mencoba kembali menaruh sebentar makanannya, dan maju ke depan untuk menjelaskan apa yang akan dibahas olehnya.

“Saat melakukan penggeledahan beberapa waktu yang lalu, di dalam rumah korban. Kami menemukan beberapa barang penting, seperti ponsel pribadi korban, dan juga album berisikan foto-foto. Semua foto pada bagian belakang, ada tulisan. Saya pikir ini seperti catatan kecil tentang kegiatan apa yang mereka lakukan saat mengabadikan moment tersebut. Orang tua dari korban, membiarkan kami untuk membawa barang-barangnya, saat saya mencoba untuk membuka ponsel milik korban, ternyata ponsel genggam miliknya terkunci menggunakan sandi. Membutuhkan waktu beberapa menit untuk saya bisa membuka dan mengakses seluruh data yang ada, di dalam ponsel milik korban. Ada beberapa foto, yang bisa kalian semua lihat. Ini adalah foto hasil tespeck dan hasil usg, ada juga beberapa chat dari korban yang mencoba memberikan clue kepada mantan pacar kalau dia sedang hamil, bisa juga dilihat sebelum mereka chat untuk mengakhiri hubungan mereka. Korban ingin memberitahukan kehamilannya terlebih dahulu. Tetapi mantan kekasih sepertinya tidak mengerti maksud tujuan korban, lihat saja dari cara balasannya.” penjelasan Teo kepada seluruh tim yang ada.

“Jadi, dia kabur gara-gara hamil?” tanya Yohan.

“Bisa dibilang seperti itu.” jawab Teo.

“Instruksi Pak Teo.” ucap salah satu tim.

“Silahkan.” balas Teo.

“Tapi, menurut saya Pak, kita belum bisa menyimpulkan bahwa korban kabur akibat hamil, bisa saja ada maksud tujuan lain.” tutur salah satu tim mereka.

“Benar yang kau katakan Daren. ini masih dugaan sementara dari saya.” sambung Teo.

“Lokasi terakhir yang dia kunjungi apa Teo?” tanya Jonas.

“Bibble & Ship Cafe, sebelum dia menghilang.” jawab Teo.

“Lihat ini, sebelum ke tempat cafe. Dia masih mengirimkan pesan terakhir untuk mantan kekasihnya. Tapi dia hanya mengirimkan alamat saja.” ucap Teo sambil menekan tombol laser pointer yang berada di tangannya.

“Yohan, bagaimana dengan mantan kekasihnya?” tanya Jonas.

“Beberapa hari ini, selama gue ngikutin dia, gak ada hal yang aneh dari sikapnya. Dia biasa aja, pergi ke kantor dan ketemuan sama teman-temannya. Terus balik lagi ke Apart.” jawab Yohan.

“Lo udah ngecheck cctv di apart miliknya?” tanya Teo kembali.

“Gue udah ngecheck, bahkan udah copy semua kegiatan dia saat keluar masuk apartnya.” jawab Yohan.

“Lo udah ngecheck kantornya?” tanya Jonas.

“Itu juga udah, gue bahkan nanya ke beberapa karyawan tempat dia bekerja. Katanya Daniel pria yang baik, dan pekerja keras di kantor. Gue juga udah minta data-data kegiatan dia selama beberapa bulan kerja di kantor, tapi kata mereka besok baru bisa dikasih.” jawab Yohan.

Jonas menyimak sambil memainkan pulpen yang berada di tangannya, dia memutar-mutar pulpen menggunakan jari.

“Kita ubah rencananya, Teo lo ke cafe tempat terakhir Aileen kunjungi bareng sama Yohan. Yohan kasih semua file cctv yang lo dapet dari hasil penyelidikan lo, beberapa ikut sama kalian. Dan beberapa lagi pergi ke rumah Aileen, minta CCTV rumahnya dan korek informasi lagi tentang hubungan Aileen dari orang tuanya.” ucap Jonas.

Semua yang berada di dalam ruangan memberikan anggukan sebagai bentuk persetujuan perintah dari Jonas.

Semua bergegas untuk bubar, dan hanya tersisa Jonas yang ada di dalam ruangan, dan juga masih sibuk membuka semua file yang dia dapat dari anggotanya.