16


Jonas kesal setelah membaca isi pesan yang ada di dalam grup mereka, Yohan dan Teo. Kedua sahabatnya itu benar-benar sangat menguji kesabaran Jonas hari ini, alasan mereka berdua begitu sangat sederhana. Teo dan Yohan hanya ingin Jonas menghabiskan makan siang miliknya, terlebih dahulu. Setelah makan, Jonas baru akan bisa mendapatkan laporan dari mereka.

Teo dan Yohan terlihat sangat begitu perduli dengan kesehatan Jonas, semenjak Jonas mengakhiri hubungan dengan Chloe. Kehidupan Jonas banyak berubah, Jonas lebih memilih untuk menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, agar pikirannya tidak terfokus pada Chloe.

Jonas begitu sangat mencintai Chloe, dia berpacaran dengan Chloe ketika mereka berdua sama-sama mengikuti pendidikan, untuk menjadi seorang detektif. Kehadiran Chloe tentu saja membuat kehidupan Jonas semakin berwarna, banyak hal yang tak bisa di gambarkan oleh Jonas saat Chloe mengisi hari-hari bersamanya.

Jonas dan Chloe dulunya setim, sebelum Chloe memutuskan untuk pindah ke kantor kepolisian di Los Angeles. Karena pekerjaan mereka juga, Jonas dan Chloe sering menghabiskan waktu untuk bersama.Kurangnya konflik diantara hubungan mereka berdua, membuat cinta pasangan itu menjadi semakin kuat.

Tetapi takdir harus berkata lain, Jonas dan Chloe tidak di takdirkan untuk bersama. Mereka dipaksa harus berpisah, oleh orang tua Chloe.

Chloe adalah anak dari salah satu pejabat tinggi politik di seoul, orang tua Chloe sangat pemilih soal kehidupan putri mereka, Chloe sendiri tidak mampu melawan kehendak kedua orang tuanya. Karena sejak awal, ketika dia lebih memilih untuk bergabung ke kepolisian. Membuat Ayah-nya menjadi sangat kecewa.

Hal yang pertama kali dilakukan oleh Chloe dalam hidupnya, tidak mengikuti perintah dari sang Ayah untuk bergabung ke dalam dunia politik.


Makan siang Jonas telah selesai, tak ada rasa nikmat yang dirasakan Jonas ketika menyantap lunch box miliknya, saat ini yang Jonas inginkan adalah bertemu dengan Teo dan Yohan. Jonas ingin melihat laporan yang berada pada Yohan.

Teo telah kembali dari cafe, dia pergi ke taman untuk mencari Yohan. Agar supaya mereka berdua bisa pergi bersama-sama untuk menemui Jonas. Teo dan Yohan melangkahkan kaki mereka untuk masuk ke ruangan Jonas. Yohan membuka pintu sambil memegangi laporan yang ada pada tangan kanannya, sedangkan Teo membawa beberapa pesanan kopi, yang di minta oleh Jonas sebelum makan siang tadi.

Jonas yang sedang menyandarkan tubuhnya di meja, tersentak kaget kala melihat kedatangan Teo dan Yohan. “Yohan mana laporannya?” ucap Jonas.

“Makanan lo.” balas Teo.

Jonas langsung menunjuk ke arah tempat sampah berukuran kecil, yang berada di dalam ruangannya kepada Teo dan Yohan.

Melihat Jonas telah menyelesaikan makan siangnya, membuat Yohan melemparkan laporan yang ada di tangannya kepada Jonas.

“Ambil ini.” ucap Yohan sambil melempar laporan yang ada di tangannya.

Jonas menangkap laporan dengan sempurna, dan langsung membuka laporan yang ia terima. Jonas mengambil posisi duduk di kursinya sambil membaca isi laporan.

Teo dan Yohan memilih untuk duduk di kursi sofa yang berada dalam ruangan Jonas. Sambil meminum kopi yang mereka bawa, Jonas sendiri masih serius membaca isi laporan.

“Aileen, perempuan, 24 tahun. Seorang mahasiswi. Memiliki darah campuran, Ayah Amerika dan Ibu Korea Selatan. sudah 2 bulan telah menghilang dari rumah, sejak satu bulan orang tuanya mencari dia ke tempat-tempat yang sering dia kunjungi. Tapi hasilnya nol, mereka juga susah untuk menghubunginya, karna dia gak bawa mobil, ponsel, dan semua kartu kredit miliknya. Dugaan sementara dari orang tuanya, putri mereka dibawa kabur oleh seseorang. dan yang ada dipikiran mereka, anaknya dibawa kabur oleh mantan kekasihnya, sebelum pergi dari rumah, dia putus dengan pacarnya. mereka juga sudah lama putus.” ucap Yohan.

“Yohan, berapa lama mereka putus?” tanya Teo.

“Dari laporan yang gue baca sih, 4 bulan. sebelum dia menghilang.” jawab Yohan.

“Menurut gue, ada kemungkinan juga sih kalau si cowok bawa kabur. Maybe dia gak terima waktu diputusin sama tu cewek, terus dia bawa kabur deh putri mereka.” sambung Teo sambil meminum kopinya.

Jonas menutup laporan yang sudah dia baca. “Belum tentu Teo, ini masih dugaan sementara dari orang tuanya, di dalam isi laporan ini juga, kalau mantan pacarnya masih ada di kota ini.” ucap Jonas.

“Yah, bisa aja kan Jo korbannya di sembunyiin, terus dia pura-pura kek gak ada apa-apa, biar orang tua si cewek gak curiga sama mantan pacar anak mereka.” balas Teo.

“Ada yang lebih menarik dari kasus ini, kenapa bisa itu cewek sampai hilang!” timpal Yohan.

“Apa coba?” tanya Teo.

“Penyebabnya tu, gara-gara hubungan mereka gak di restuin.” jawab Yohan.

Mata Teo terbelalak, menatap ke arah Jonas. Mereka semua bisa merasakan, hal apa yang sedang di rasakan Jonas kini. Kasus mereka sama, sama-sama tak di restui dalam hubungan.

“Ngapain lo berdua lihatin gue kek gitu.” tutur Jonas yang menatap kedua sahabatnya.

“Gak, gue cuma pengen lihat lo aja.” ucap Yohan.

“Kasus ini biar gue yang tangani, gue bakal cari tau dulu.” balas Jonas.

“Gak bisa, gue gak terima, serahin tugas ini ke gue sama Yohan. Biarin kita yang nyelesain ini.” sambung Teo.

“Teo, gue ketua disini. Jadi gue yang bakalan mimpin tim kita untuk kasus ini.” ucap Jonas.

“Sorry, kali ini gue setuju sama Teo. Biarin gue sama Teo yang mimpin kasus ini, lo mantau kita aja, emangnya lo gak pengen istirahat.!, Katanya lo mau ngerayain ultah Pak Kepala, kalau lo masih ambil lagi kasus ini. Gimana bisa lo habisin waktu bareng bokap lo.” Balas Yohan.

“Tapi Yo, gue gak bisa biarin lo berdua kerja sendirian.” sambung Jonas.

“Siapa bilang kita berdua kerja sendirian, kita punya tim kok. Lo juga ada, tapi tugas lo buat mantau kita doang. Biarin kita yang turun ke lapangan, lo gak perlu. Cukup diam dan ngasih arahan ke kita dari sini aja.” timpal Teo.

“Okay, but if something happens with you. let me know asap.” perintah Jonas.

Teo dan Yohan menganggukkan kepala mereka, sebagai bentuk persetujuan dari permintaan Jonas.

Sebenarnya tanpa Jonas di samping mereka pun, kasus ini bisa mereka kerjakan sendirian.

Tapi Jonas tidak ingin seperti itu, dia ingin melakukan tugasnya bersama dengan semua tim.

Teo dan Yohan hanya tidak ingin, Jonas merasakan sakit kembali. saat mengingat perpisahannya bersama Chloe.