Rencana Yang Gagal


Masakan yang di buat Jean kini sudah tersedia di atas meja makan dengan tertata rapi.

Jean bahkan sudah mandi dan menggunakan wewangian untuk menyambut sang suami.

Dia bahkan menggunakan baju yang agak terbuka sedikit, sungguh dia ingin menghabiskan waktu malam ini bersama dengan Yuda.

Waktu menunjukkan pukul 11.00 malam, Jean mulai gelisah. Karena tak mendengar suara mobil milik Yuda yang tak kunjung tiba.

Jean bahkan sempat berpikir, apa jangan-jangan Yuda kembali ke kantor dan melanjutkan lemburnya.

Jean mulai tampak berputus asa, dia mulai memutuskan untuk kembali masuk ke kamarnya dan tidur.

Tapi sebelum dia berjalan ke arah kamarnya, bunyi suara mobil terdengar di garasi rumah milik mereka.

Wajah sumringah muncul di wajah Jean, suaminya benar-benar pulang dan menepati janjinya.

Yuda saat ini benar-benar lelah, saat dalam perjalanan pulang mobilnya mogok.

Dia berusaha untuk menelpon bengkel langganannya tetapi bengkel langganan sedang tutup. Dia akhirnya mencari pertolongan dengan cara lain.


Jean merapikan bajunya sedikit, dia menurunkan baju yang dia kenakan itu, agar tulang punggungnya kelihatan.

Dia berharap dengan begini suaminya ingin bercinta dengannya malam ini.

Bel bunyi rumah terdengar, Jean berjalan menuju pintu rumah untuk membuka pintu agar Yuda bisa masuk.

“Mas, sudah pulang ?” ucap Jean yang menyambut kedatangan yuda.

“hmmm...” balas Yuda.

“Ayo masuk dulu...” ucap Jean.

Yuda mulai masuk ke dalam rumah, Jean mengambil tas kantor milik Yuda. Dan menggandeng tangannya untuk masuk.

“Mas mau makan dulu, atau mandi dulu ?” tanya Jean.

“Aku mau mandi dulu...” jawab Yuda.

Jean kemudian menarik Yuda untuk masuk ke kamar mereka, sungguh Jean benar-benar senang malam ini.

Jean berjalan menuju ke kamar mandi milik mereka, dan menyiapkan air hangat untuk sang suami.

Setelah siap, Jean menyuruh Yuda agar segera masuk dan mandi. Yuda pun sudah masuk dan sedang mandi.

“Hmm., aku harus semprot parfume ini sedikit. oh, bibirku kenapa kering sekali. aku harus menggunakan lipbalm...” gumam Jean yang mulai mempersiapkan dirinya.


Setelah beberapa menit mandi, Yuda keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan baju tidurnya.

“Kamu kenapa belum tidur...” ucap Yuda

“hmmm.., itu. Mas, aku...” balas Jean yang malu-malu.

“itu apa ?” tanya Yuda.

“Aku kangen sama kamu...” jawab Jean. sambil menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik Yuda.

Yuda bingung melihat kondisi Jean malam ini, dia sungguh lelah dan ingin beristirahat. Dia lalu mencoba menolak keinginan dari Jean.

“Aku lelah, biarkan aku istirahat dulu Jean..” ucap Yuda.

“Kenapa Mas, kamu tidak ingin menyentuhku...” balas Jean.

“Bukan begitu, Aku benar-benar lelah malam ini. Tenagaku sudah habis Jean. Aku ingin tidur...” sambung Yuda.


Jean kesal dengan Yuda, karena suaminya menolak ajakannya untuk bercinta malam ini.

Jean kemudian naik ke tempat tidur, dan langsung menghadap ke tempat lain.

Jean benar-benar kesal, malam ini dia tidak ingin melihat wajah suaminya. Yuda merasa bersalah pada istrinya, dia ingin sekali melakukan itu bersama dengan Jean.

Tapi tenaganya benar-benar sudah habis, dia kemudian berjalan ke tempat tidur dan langsung berbaring.

“Maaf, aku mencintaimu...” ucap Yuda yang kemudian mencium pundak milik Jean. dan setelah itu dia langsung tertidur.

Jean menahan rasa amarah dan sesak di dalam dirinya, sudah berminggu-minggu dia menahan hasratnya untuk di sentuh Yuda.

Tetapi malah begini akhirnya, Jean juga berpikir bagaimana bisa mereka akan segera mendapatkan anak. Kalau ingin berhubungan saja Yuda banyak alasan.

Jean kini berusaha menutup matanya, dia lebih baik memilih segera tertidur agar luapan amarahnya menghilang.

Tak ada sentuhan malam ini yang menemani Jean, harapan yang sejak dari tadi sore dia inginkan kini harus terkubur rapat-rapat. Karena Yuda yang tak ingin melakukannya.